Ciri Anak Autis

Ciri Anak Autis – Anak-anak berkebutuhan khusus berbeda dari anak-anak biasa dalam hal ciri-ciri mental, kemampuan sensorik, kemampuan komunikasi, tingkah laku sosial ataupun ciri-ciri fisik (special needs). Anak-anak dalam kategori ini misalnya anad dengan masalah pendengaran (tunarungu), penglihatan (tunanetra), masalah dalam pemeblajaran meliputi cacat mental, autisme, cerebral palsy, masalah dalam komunikasi, penuturan dan bahasa, down syndrome, anak hiperaktif atau gangguan konsentrasi (attention defisi disorder), gangguan emosi, diskalkulia, disgrafia, disleksia, serta berbagai ketidakmampuan lainnya.

Ciri Anak Autis

Ciri Anak Autis

AUTISME PADA ANAK

Istilah autisme berasal dari kata autos yang berarti diri sendiri dan isme yang berarti paham. Ini berarti bahwa autisme memiliki makna keadaan yang menyebabkan anak-anak hanya memiliki perhatian terhadap dunianya sendiri. Autisme adalah kategori ketidakmampuan yang ditandai dengan adanya gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, gangguan indriawi, pola bermain dan perilaku emosi.

Ciri Anak Autis mulai terlihat sebelum anak-anak berumur tiga tahun. Keadaan ini akan dialami di sepanjang hidup anak-anak tersebut. Ciri Anak Autis sering menimbulkan kekeliruan bagi pengasuhnya karena mereka kelihatan normla tetapi memperlihatkan tingkah laku dan pola perkembangan yang bebeda. Pemahaman dan tanggapan yang salah terhadap keadaan ini akan menyebabkan hambatan perkemabngan yang serius dalam semua bidang, terutama dalam bidang kemampuan sosial dan komunikasi.

CIRI ANAK AUTIS DAN JENISNYA

Ciri anak autis berdasarkan jenisnya adalah :

  1. Autis di usia anak-anak
    Hal ini terjadi pada usia anak-anak sekitar usia 3 tahun. Gejala autis yang biasanya lebih sering terlihat adalah mereka lebih cenderung teerlambat berbicara, menggunakan bahasa yang tidak biasanya digunakan oleh orang normal, dan tidak bisa berkomunikasi verbal dengan cara yang baik serta lain sebagainya. Ciri anak autis lainnya adalah interaksi sosial, mereka tidak eksresif, tidak menatap mata saat berbicara dengan lawan bicaranya, dan tidak bisa terlibat secara emosional dengan teman seumuran, tidak spontan, dan tidak empati. Selain itu, ciri anak autis dari segi perilaku adalah mereka lebih suka menyendiri, mempunyai rutinitas yang aneh dan juga terjadwal serta berlebihan, mereka akan melakukan gerakan-gerakan yang aneh dan berulang, dan juga mereka akan sangat menyukai bagian benda tertentu dan lain sebagainya.
  2. Gangguan pada perkembangan persasiv YTT (PDD-NOS)
    PDD-NOS mempunyai ciri anak autis di masa kanak-kanak, terutama adalah gangguan yang terjadi dibidang komukasi, cara berinteraksi dan juga perilaku. Namun tetapu gejala seperti ini tidak banyak muncul misalnya seperti pada anak autisme dimasa kanak-kanak. Artinya adalah gejala autis biasanya terjadi lebih ringan sehingga anak-anak masih bisa menatap mata lawan bicaranya, wajahnya lebih ekspresif, dan juga bisa diajak bercanda.
  3. Sindroma Rett
    Sindroma Rett merupakan salah satu gangguan autisme yang terjadi di usia anak-anak dan biasanya lebih sering terjadi pada anak perempuan. Saat lahir, ia normal. Dan sampai pertumbuhan usia 6 bulan, ia masih dalam keadaan normal dan baik-baik saja. Namun lewat usia 6 bulan, si anak mulai cenderung menampakkan ciri anak autis dan terjadinya kemunduran pada perkembangan mereka. Ia tidak bisa berbahasa dengan baik dan menjadi tidak ekspresif. Biasanya mereka juga akan lebih cenderung menarik diri dari sosialisasi sekitarnya.

TERAPI AUTIS

Beberapa jenis terapi autis dibawah ini bisa dilakukan untuk mengatasi masalah anak autis adalah :

  1. Terapi ABA (Applied Behavorial Analysis)
    Terapi autis seperti ini merupakan terapi autis yang paling tua dan biasanya paling sering dilakukan untuk bisa melakukan terapi khusus kepada anak yang mengalami autisme. Sistem yang digunakan dari terapi autis ini adalah dengan memberikan positive reinforcement atau juga memberikan hadiah serta pujian yang sifatnya bisa menambah keyakinan dan juga menambah kepercayaan diri mereka agar mereka bisa menerima semua yang terjadi pada dirinya.
  2. Terapi okupasi
    Semua orang yang biasanya mengalami masalah autis akan mengalami suatu masalah pada keterlambatan dalam hal perkembangan motorik halus mereka. Semua gerakan yang kasar dan juga kaku biasanya seringkali akan mengalami suatu kesulitan saat anak sedang memegang benda. Oleh sebab itulah, teknik okupasi ini merupakan terapi autis yang penting dalam membantu melatih otot pada penderita autis sehingga secara berangsur-angsur bisa kembali dengan normal.
  3. Terapi visual
    Terapi visual ini dilakukan dengan memberikan gambar-gambar yang sangat bermanfaat terutama jika si anak tidak bisa berbicara
  4. Terapi wicara
    Terapi wicara ini dilakukan pada anak yang mengalami masalah saat berbicara dan saat sedang berkomunikasi dengan lawan bicara mereka. Oleh karena itulah, terapi wicara ini akan sangat membantu untuk mereka yang menderita autisme dan untuk mengurai suatu kesulitan yang mereka rasakan saat sedang berinteraksi dengan orang lain.
  5. Konsisten
    Terapi autis membutuhkan waktu yang lama dan juga tidak instan. Orang-orang sekitarnya harus lebih konsisten dan lebih sabar dalam menangani masalah anak autis sehingga akan mendapatkan hasil yang optimal dan juga lebih baik.

Ciri Anak Autis

Posted in Ciri Anak Autis | Tagged , , , , , , , | Comments Off

Ciri Anak Autisme

Ciri Anak Autisme – Anak-anak dengan kebutuhan khusus seperti anak autis membutuhkan cara penanganan khusus. Orang tua dan pendidik perlu informasi yang memadai bagaimana mengenal gangguan pada anak-anak sedini mungkin sekaligus bagaimana cara menanganina yang tepat. Setiap orang tua pasti memiliki harapan dan impian bahwa anknya terlahir dengan fisik dan mental yang normal, bahkan memiliki bakat yang melebihi anak lainnya. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab autis.

Ciri Anak Autisme

Ciri Anak Autisme

CIRI ANAK AUTISME

Ciri Anak Autisme merupakan suatu gangguan perkembangan yang menuunjukkan adanya sindrom periilaku yaitu : interaksi sosial dan perkembangan sosial abnormal, tidak mampu mengadakan komunikasi yang normal, minta serta aktivitasnya sangat terbatas, kaku, repetitif, dan tanpa imajinasi.

Beberapa Ciri Anak Autisme perilaku yang nampak pada anak yang mengalami gangguan autisme antara lain :

  1. Dalam bidang penginderaan anak-anak ini menunjukkan respon yang tidak wajar. Ada yang tampak beigut menikmati jatuhnya sinar matahari dari balik jendela, ada yang sibuk memutar-mutar benda bulat di depannya selama berjam-jam.
  2. Anak autis yang biasanya cenderung mengekplorasi lingkungannya melalui indera peraba, pengecapan dan pembauan seperti anak-anak kecil di bawah usianya. Setiap kali memegang benda, anak uatis cenderung mencium baunya terlebih dahulu.
  3. Anak autis menunjukkan kurang sekali kontak mata dengan orang lain yang biasanya disertai dengan perilaku yang tidak wajar lainnya seperti tertarik dengan sinar atau benda gemerlap.
  4. Beberapa anak autis bahkan tidak pernah berbicara walau mereka mengeluarkan suara-suara. Suara-suara yang dikeluarkan oleh anak autis itu tidak jelas dan biasanya berupa teriak-teriakan.
  5. Anak-anak penyandang autisme tidak mampu memahami makna bahasa tubuh atau bahasa non verbal dalam komunukasi.
  6. Ciri Anak Autisme juga kurang memahami emosi orang lain dan dapat dikatkaan dengan kurang peka atau kurang berperasaan.
  7. Suka melambaikan tangan, berjalan berjingkat, goyang-goyang tubuh dengan ekspresi wajah yang aneh, badannya sangat kaku, kadnag badannya berputar-putar tanpa merasa pusing.

INDIKATOR PERILAKU AUTIS

Untuk dapat melakukan deteksi dini pada Ciri Anak Autisme, maka berikut ini secara ringkas diungkapkan mengenai indikator perilaku autistik pada anak-anak yang dapat dipergunakan pada segala usia.

Bahasa/komunikasi ciri anak autis  :

  1. Ekpresi wajah yang datar
  2. Tidak menggunakan bahasa/isyarat tubuh
  3. Jarang memulai komunikasi
  4. Tidak meniru aksi atau suara
  5. Bicara sdikit atau tak ada atau mungkin cukup verbal
  6. Mengulangi atau membeo kata-kata, kalimat-kalimat atau nyanyian
  7. Intonasi/ritme vokal yang aneh
  8. Tampak tidak mengerti arti kata
  9. Mengerti dan menggunakan kata secara terbatas/harafiah

Ciri anak autis berkomunikasi dengan orang lain :

  1. Tidak responsif
  2. Tak ada senyum sosial
  3. Tidak berkomunikasi dengan mata
  4. Kontak mata terbatas
  5. Tampak asyik bila dibiarkan sendiri
  6. Tidak melakukan permainan giliran
  7. Menggunakan tangan orang dewasa sebagai alat

Autisme untuk anak-anak dengan kemampuan yang lebih baik atau merupakan sindrom tersendiri. Gejala dan Ciri Anak Autis dari asperger seringkali mirip dengan autisme. Perbandingannya adalah anak dengan asperger syndrome cenderung lebih mampu berbahasa dibandingkan mereka dengan kondisi autisme.

MENANGANI ANAK AUTIS

Dalam menangani ciri anak autis mengenai masalah perilaku sosial anak yang dinilai dari segi berkomunikasi adalah dengan terapi autis :

  1. Meningkatkan lingkungan yang bisa mendukung proses penanganan ciri anak autis
  2. Membantu menciptakan lingkungan agar masalah kesulitan pada perilaku sosial yang berkurang bisa dilaksanakan dengan cara mengembangkan alat peraga visual untuk membantu mendukung komunikasi terutama di fokuskan pada cara menyampaikan informasi. Metode dari pendidikan yang menyarankan untuk melakukan pengajaran rutinitas pada kegiatan dengan cara membuat jadwal dengan teratur.
  3. Mengembankan keterampilan alternatifnya
  4. Mengembangkan keterampilan alternatif untuk mengurangi perilaku yang tidak disukai. Hal ini juga berlaku untuk anak autis yang mempunyai masalah dalam gangguan verbal atau masalah non verbal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terlihat adanya suatu hubungan antara metode komunikasi verbal dan juga non verbal yang diberikan untuk anak yang menyandang masalah autis.

Pada setiap anak pasti mempunyai sensorik yang sangat berbeda. Pada anak autis mereka biasanya lebih sensitif oleh informasi yang masuk lewat beberapa hal misalnya lewat suara yang keras dan lewat regulasi diri yang kurang. Maka untuk membantu anak mengatasi masalah kebingungan, anak harus merasangan inderanya dengan baik. Di sekolah pada umumnya, anak akan belajar sekitar 5 indera. Indera rasa, bau, suara, penglihatan serta sentuhan. Namun yang paling penting dalam mengajarkan anak autis adalah vestibular, yang bisa membantu mengontrol keseimbangan, dan juga proprioceptif atau juga rasa tubuh seseorang di dalam ruang, dan pada dasarnya ciri anak autis mempunyai perbedaan pada setiap anak, beberapa indera yang teerlalu banyak, yang terlalu sedikit dan mengalami gangguan serta rasa sakit.

Ciri Anak Autisme

Posted in Ciri Anak Autis | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Ciri Anak Autis Pada Bayi

Ciri Anak Autis Pada Bayi – Ciri anak autis dapat dialami sejak bayi. Gangguan perkembangan pad amasa bayi dan asa kanak-kanak yang segera kelihatan sesudah kelahiran. Ciri-ciri anak autis adalah tiak responsif terhadap orang-orang lain, gangguan keterampulan verbak dan non verbal, serta aktivitas dan minat-minta sangat terbatas. Namun anak autis tidak pernah mengembangkan konsep kerja pikirannya sendiri ataupun orang lain. Mereka cenderung menganggap orang lain sebagai makhluk asing yang tidak bisa dipahami. Meskipun perkembangan perilaku autisme pada bayi dan anak-anak sudah dideksripsikan dengan cukup jelas, sampai sekarang belum ada kelemahan struktur neurologis atau perubahan genetis yang telah dikaitkan dengan kelainan tersebut dan diduga menjadi penyebab autis.

Ciri Anak Autis Pada Bayi

Ciri Anak Autis Pada Bayi

ANAK AUTISME

Proses tumbuh kembang bayi dalam perjalannya dapat mengalami gangguan. Gangguan tersebut dapat berupa gangguan perkembangan atau keterlambatan perkembangan. Gangguan perkembangan ini dapat bersifat fisik maupun psikis. Gangguan perkembangan yang bersifat fisik biasanya lebih mudah dideteksi dibandingkan dengan gangguan perkembangan yang bersifat psikis.

Dalam perjalanan perkembangan anak, seorang anak dapat mengalami gangguan perkembangan yang disebut Pervasive Developmental Discorder (PDD) atau gangguan perkembangan persavif (GPP). GPP adalah suatu gangguan perkembangan pada anak terutama ketika terdapat tiga bidang perkembangan yang terganggu yaitu komunikasi, interaksi sosial dan perilaku.

a. Bahaya fisik selama masa bayi

Bahaya fisik yang umumnya terjadi pada masa bayi adalah kematian yang diakibatkan karena penyakit kronis, kecelakaan, kurangnya gizi dan SIDS. SIDS adalah kematian bayi yang terlihat sehat secara mendadak dan tidak dapat dijelaskan.

b. Bahaya fisiologis selama masa bayi

Pada masa bayi, apalagi pada tahun pertama, beberapa kebiasaan fisiologis seperti kebiasaan makan, kebiasaan tidur, dan kebiasaan pembuangan dapat menimbulkan beberapa gangguan yang bersifat fisiologis yang akan terbawa sampai usia kanak-kanak seperti gangguan makan, gangguan tidur dan gangguan dalam pembuangan kotoran.

c. Bahaya psikologis selama masa bayi

Bahaya psikologis seperit keterlambatan berbicara dasar-dasarnya juga terletak pada masa bayi. Orangtua dituntut untuk dapat memberikan stimulasi dan pembelajaran yang tepat untuk di kecil.

CIRI ANAK AUTIS

Ada 9 Ciri Anak Autis Pada Bayi yang menimbulkan risiko timbulnya autisme pada anak maupun bayi, di antaranya adalah :

1. Tidak mau tersenyum bila diajak tersenyum
2. Tidak bereaksi bila namanya dipanggil
3. Temperamen yang pasif pada umur enam bulan, diikuti dengan iritabilitas yang tinggi
4. Kecenderungan sangat terpukau pada benda tertentu
5. Interaksi sosial yang kurang
6. Ekpresi muka yang kurang hidup pada saat mendekati umur 12 bulan
7. Pada umur satu tahun anak-anak ini mulai menunjukkan gangguan komunikasi dan berbahasa
8. Bahasa tubuhnya kurang
9. Pengeritan bahasa reseptif maupun ekspresifnya rendah

Ciri anak autis pada bayi yang biasanya umum terjadi adalah bayi enggan dan juga lebih cenderung menghindari tatapan mata si ibu. Dan biasanya seringkali seorang bayi akan mengalami pertumbuhan yang sama seperti anak yang lain, namun pada akhirnya akan berhenti di usia 12-24 bulan, dan kemudian baru menunjukkan ciri anak autis pada bayi misalnya adalah telat dalam berbicara, dan bahkan untuk kasus yang parah mereka tidak bisa sama sekali untuk berbicara. Ini bukan diakibatkan karena pendengarannya mengalami gangguan, atau mengalami masalah cacat wicara, namun disebabkan karena keterampilan dalam berlomunikasi mereka yang mengalami gangguan. Pada akhirnya akan membuat saat mereka bernicara, seringkali suara yang mereka keluarkan tidak baik digunakan dalam berkomunikasi. Anak autis biasanya akan menggunakan bahasa yang aneh dan dia akan berulang kali mengucapkannya. Saat sedang bermain, anak autis biasanya seringkali kurang variatif, kurang imajinatif, dan kurang untuk bisa meniru.

Pada sebagian besar anak yang mengalami autis, biasanya mereka mempunyai masalah sensorik yang akan mengakibatkan mereka menjadi lebih sensitif pada rangsangan dari luar. Mereka biasanya akan kurang menyukai pada suara-suara yang berisik dan ramai, tidak suka untuk disentuh dan dipeluk, dan biasanya lebih suka menaruk diri. Bisasanya perkembangan pada motorik kasar dan juga halus akan mengalami gangguan. Dan jika dalam perkembangan balita menunjukkan beberapa gejala autis maka sebaiknya segera lakukan konsultasi langsung dengan dokter atau juga dengan psikolog yang bisa membantu untuk memahami gangguan yang terjadi tadi. Penanganan yang dilakukan dengan tepat sejak usia dini dan intensif yang akan membantu membuat balita bisa berkembang baik dengan lebih optimal.

Jika Anda mencurigai bahwa anak Anda mengalami autis, maka Anda bisa melakukan observasi yang dilakukan misalnya adaolah ada ada kontak mata antara anak dan lawan bicaranya. Apakah mereka melakukan perilaku yang dilakukan secara berulang misalnya adalah dengan mengelilingi meja dengan terus menerus. Dan apakah ada suatu gejala echotalila yakni bicara dengan tidak jelas dan melakukannya dengan cara berulang-ulang. Jika sudah melakukan observasi, maka barulah ditentukan pemeriksaan dengan lebih lanjut dengan terapi autis yang berbeda-beda untuk masing-masing anak.

Ciri Anak Autis Pada Bayi

Posted in Ciri Anak Autis | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Ciri-Ciri Anak Autis Sejak Dini

Ciri-Ciri Anak Autis Sejak Dini – Autis sendiri merupakan kondisi di mana anak tidak berhasil membangun kontak dengan dunia luar dan salah satu cirinya memang tidak menoleh saat dipanggil. Namun tentu saja satu ciri tersebut terlalu sedikit dan dini untuk membuat penilaian. Menghadapi hal seperti ini yang diperlukan adalah kewaspadaan. Apa yang sudah ibu lakukan dengan mengamati perilaku anak sudah baik. pantau terus perkembangan anak dari hari ke hari dan seger konsultasikan hal-hal yang ditemui bila dirasa perlu.

Ciri-Ciri Anak Autis Sejak Dini

Ciri-Ciri Anak Autis Sejak Dini

AUTIS PADA ANAK

Anak autis yang berusia 3-5 tahun memang banyak anak yang sangat aktif dan perhatiannya mudah beralih tapi sebetulnya tidak bisa disebut hiperaktif. Beberapa ciri anak yang hiperaktif antara lain, tidak dapat berkonsentrasi pada aktivitas apapun lebih dari 2 menit, gerakan tubuh biasanya sama dan berulang-ulang, mudah bereaksi terhadap segala sesuatu dan tidak memikirkan akibatnya, mudah terganggu oleh rangsangan baik yang dilihat atau didengar, mengalami kesulitan mengikuti perintah sederhana, mudah jatuh karena tersandung/menabrak benda-benda disekelilingnya/membentur tembok, mudah frustasi.

Selain Ciri-Ciri Anak Autis Sejak Dini tersebut, ada beberapa Ciri-Ciri Anak Autis Sejak Dini yang sangat membedakan dengan anak yang aktif, yakni perkembangan bahasa, kognitif dan motorik yang lambat. Setiap anak di dunia ini memang tidak ada yang terlahir sama, baik fisik, emosi maupun perilaku.

Anak hiperaktif atau hiperaktifvitas (gangguan pemusatan perhatian). Masalah ini memang kerap sekali kita jumpai di masyarakat, dimana anak selalu menunjukkan sifat tidak memiliki kemampuan dalam memusatkan perhatian dalam berkonsentrasi lebih dari beberapa menit dan perhatian tentunya sangat mudah teralihkan.

CIRI ANAK AUTIS

Sebagai contoh, anak sewaktu kita ajak bicara tidak menunjukkan konsentrasi dalam pembicaran dan anak akan selalu berpindah untuk mengalihkan atau melakukan kegiatan aktivitas lainnya. Seandainya dijumpai sifat demikian, upaya yang dapat dilakukan oleh keluarga dengan cara berkonsultasi kepada dokter atau perawat ahli tumbuh kembang yang tentunya sejak dini anak perlu dilatih dalam upaya berkonsentrasi.

Kemudian anak autis ini juga dapat terjadi paDa anak remaja, dengan gejala sebagai berikut, gelisah, sulit ikut serta dalam kegiatan yang membutuhkan ketenangan, impulsive artinya tidak sabar dan sulit menangguhkan jawaban sebelum pertanyaan selesai, sulit menunggu giliran atau antrian serta sering menyela atau menerobos orang lain, kalau terjadi sifat demikian maka perlu dicurigai seseorang atau anak remaja terdapat masalah pada autisme atau hiperaktif.

Austime. Pada masalah ini akhir-akhir ini sering menjadi bahan diskusi dikalangan para ahli yang kompeten dalam masalah anak. Sebenarnya pada autisme itu? Perlu kita ketahui, autisme itu masuk dalam masalah pertumbuhan dan perkembangan, karena terdapat beberapa hal yang membedakan anak autisme dan anak tidak autisme.

Dengan Ciri-Ciri Anak Autis Sejak Dini, seperti anak seringkali menghindari kontak fisik, tidak mau menatap mata dengan orang lain. Jika hal demikian kita jumpai pada anak, kita harus mencurigainya bahwa ada gejala autisme. Pada anak autisme sering terjadi berbagai gangguan, seperti gangguan perilaku yang dapat ditunjukkan, adanya gerakan aneh yang diulang-ulang, seperti menggoyangkan badan ke depan dan belakang, memasukkan tangan ke dalam mulut yang berulang-ulang serta bertepuk tangan dan mencederai diri.

Kemudian terjadi gangguan interaksi sosial yang dapat ditunjukkan seperti anak sering tidak reaksi bila dipanggil, sering menyendiri, sangat tidak tertarik untuk bergaul, gangguan komunikasi yang dapat terjadi sekitar pada kasus 40-50% gangguan kognitif sekitar 75-80% dan mengalami gangguan respon terhadap perangsangan indera yang sangat kurang.

TERAPI AUTIS

Untuk itu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan sabar memberikan pendidikan khusus pada anak, serta melatih agar anak dapat berperilaku minimial seperti anak yang sehat dan sangat kita anjurkan untuk berkonsultasi pada dokter atau perawat ahli tumbuh kembang.

Yang paling penting dilakukan saat sedang melakukan deteksi ciri anak autis dan melakukan diagnosia dini pada ciri anak autis adalah sehingga anak yang mengalami diagnosa tadi segera dengan langsung menjalani terapi. Berbagai terapi  autis sudah terbukti bisa membantu untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Penanganan pada kasus ciri anak autis sudah banyak tersedi di Indonesia antara lain adalah terapi :

  1. Terapi perilaku
  2. Terapi wicara
  3. Terapi komunikasi
  4. Terapi okupasi
  5. Teerapi sensori integrasi
  6. Terapi pendidikan khusus

Dan biasanya pada beberapa dokter, mereka akan melakukan penatalaksanaan dengan melakukan penanganan biomedis serta diet yang khusus. Penanganan lainnya dilakukan misalnya adalah integrasi auditori, oxygen hiperbarik, pemberian jenis suplemen tertentu, tekni terapi dengan lumba-lumba.

Pada awalnya terapi anak autis memang membutuhkan biaya yang tinggi karena harus dilakukan dengan lebih intensif, satu terapis satu murid. Dan sebagian anak masih bisa masuk sekolah biasa, sebagian masuk sekolah inklusi atau sekolah umum yang menyediakan dan menerima anak berkebutuhan khusus, namun ada juga pada sebagian anak yang masih harus bersekolah disekolah yang khusus.

Ciri-Ciri Anak Autis Sejak Dini

Posted in Ciri Anak Autis | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Autis Pada Anak

Autis pada anak adalah gangguan perkembangan yang mencakup bidang komunikasi, interaksi, dan perilaku yang terjadi pada awal masa kanak-kanak. Istilah autis menggambarkan keadaan yang cenderung dikuasai oleh pikiran atau perilaku yang terpusat pada diri sendiri. Gejala ini didapat pada masa anak-anak berupa perilaku yang suka menyendiri (menikmati bermain seorang diri), keterlambatan perkembangan bahasa, menghafalkan sesuatu tanoa berpikir, cemas dan takut akan perubahan, kontak mata dan hubungan dengan orang lain buruk serta lebih menyukai gambar atau benda mati.

Autis Pada Anak

Autis Pada Anak

AUTIS PADA ANAK

Autis pada anak berdasarkan waktu munculnya gangguan dibagi menjadi 2 yaitu (1) autis yang terjadi sejak bayi, bisa terdeteksi sekitar usia 6 bulan(2) autis regresif, biasanya untuk anak usia 1,5 -2 tahun, ditandai dengan kemunduran kembali(regresi). Kemampuan yang diperoleh menjadi hilang. Kontak mata yang tadinya sudah bagus menjadi lenyap. Jika awalnya sudah mulai bisa mengucapkan beberapa kata, hilang kemampuan  bicaranya.

Penyebab autis pada anak adalah gangguan perkembangan dan fungsi susunan saraf pusat yang menyebabkan gangguan fungsi otak, terutama pada fungsi mengendalikan pikiran, pemahaman dan komunikasi dengan orang lain. Gangguan pertumbuhan sel otak ini terjadi pada saat kehamilan 3 bulan pertama. Kira-kira 60% anak autis mempunyai IQ dibawah 50, sedangkan sebanyak 20%-nya antar 50-70 dan hanya 20% yang mempunyai IQ lebih dari 70.

Ciri Anak autis tidak mempunyai banyak masalah medis yang perlu dipertimbangkan (kecuali pednerita autis yang mengalami penyakit epilepsi), namun pada umumnya tetap mengalami penderitaan penyakit gigi dan mulut yang lebih beat, karena kondisinya yang tidak normal. Kesulitan dokter gigi dalam menghadapi penderita autis adalah sulit berkomunikasi dan berperilaku agresif.. Penanganan anak autis lebih mudah dengan bantuan tenaga kesehatan lain, orang tua, serta pembimbingnya.

Ciri Anak autis umumnya mempunyai suatu kebiasaan yang teratur dan rutin dan biasanya lebih menyukai makanan yang lunak dan manis-manis. Karena koordimasi gerakan lidah tidak teratur, sering makanannya ditahan, diemut dan tidak langsung di telan. Kebiasaan ini ditambah dengan konsumsi makanan yang manis-manis menyebabkan peningkatan kerusakan pada gigi menjadi gigi berlubang.

MAKANAN UNTUK ANAK AUTIS

Anak autis harus terhindar dari bahan makanan yang mengandung gluten, kasein, dan zat tambahan makanan (food additives) seperti MSG, pewarna makanan, dan gula sintetis aspartame.  Gluten adalah protein dari tepung terigu dan hasilnya seperti seral gandum, barlei, oats, dan masakan yang dibuat dari tepung terigu seperti mie, roti, cake, kue-kue kering dan lain-lain. Sebagai bahan makanan penggangi, dapat memanfaatkan makanan tradisional. Makanan berbahan tepung beras, tepung  jagung, tepung maizena, tepung tapioca dapat menjadi alternative. Kasein adalah protein dari susu, yang berasal dari hewan dan hasil olahannya seperti keju, susu asam mentega dan lain-lain yang tebuat dari susu.

CIRI ANAK AUTIS RINGAN

Dibawah ini beberapa ciri anak autis yang ringan adalah :

  1. Tidak sangat perseptif, biasanya mereka tidak bisa memahami perasaan yang orang lain rasakan dan harus dibuat sadar maka mereka harus diberi tahu terlebih dahulu.
  2. Lebih cenderung menghindari kontak mata dengan orang lain lawan bicaranya
  3. Tidak mengenali orang lain memiliki pikiran, motivasi, keinginan, atau niat yang seperti mereka sendiri. Mereka juga biasanya lebih cenderung bingung dan merasa tidak yakin dengan apa yang mereka rasakan sendiri
  4. Menghindari dari terjadinya situasi sosial karena hal ini malah akan menimbulkan ketidaknyamanan pada mereka.
  5. Ingin sendirian dan menarik diri
  6. Tidak bisa bersosialisasi sehingga mempunyai teman lebih sedikit.
  7. Hanya ingin mengikuti suatu rutinitas tertentu, dan biasanya mereka tidak ingin atau tidak rela menyimpang dari rutinitas yang mereka lakukan dalam keadaan apapun.
  8. Mereka akan terobsesi dengan hal yang kecil atau hal yang sepeele
  9. Sulit untuk bisa menginterpretasikan dari gerakan halus yang dilakukan, misalnya adalah perubahan pada ekspresi wajah, dll, dan juga orang lain.

Cara yang dilakukan untuk bisa menemukan dan bisa mengembangkan potensi dari ciri anak autis adalah :

  1. Berusaha  untuk lebih bisa memahami masalah autisme sehingga kita bisa melakukan deteksi dini dari gejala autis serta bisa memberikan suatu kesempatan untuk mereka agar bisa berkembang dengan lebih optimal dan bisa mendapatkan kehidupan yang lebih berkualitas lagi.
  2. Bersikap lebih toleran papda anak autis dan tidak melecehkan anak penderita autis.
  3. Terapi autis dilakukan dengan bersikap lebih empati kepada orang tua yang menderita penyakit autis anak dan mengerti akan kesulitan yang sedang mereka hadapi.

Tahukah Anda bahwa anak yang menderita autis biasanya lebih banyak terjadi pada anak laki-laki? Jumlah perbandingan antara anak laki-laki dan anak wanita adalah perbandingannya 4:1. Dan hal ini masih tidak diketahui penyebab autis yang dialaminya.

Autis Pada Anak

Posted in Ciri Anak Autis | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Anak Autis

Gejala Anak Autis – Autisme adalah suatu keadaan dimana seorang anak berbuat semaunya sendiri baik cara berfikir maupun berperilaku. Keadaan ini mulai terjadi sejak usia masih muda, biasanya seitar usia 2-3 tahun. Autisme bisa mengenai siapa saja, baik yang sosio-ekonomi mapan maupun kurang, anak atau dewasa dan semua etnis.

Gejala Anak Autis

Gejala Anak Autis

GEJALA ANAK AUTIS

Autisme ditandai oleh Gejala Anak Autis, antara lain :

  • Tidak peduli dengan lingkungan sosialnya
  • Tidak bisa bereaksi normal dalam pergaulan sosialnya
  • Perkembangan bicara dan bahasa tidak normal (penyakit kalinan mental pada anak =autistic-children)
  • Reaksi/pengamatan terhadap lingkungan terbatas atau berulang-ulang dan tidak padan.

Gejala Anak Autis ini bervariasi beratnya pada setiap kasus tergantung pada umur, inteligensia, pengaruh pengobatan dan beberapa kebiasaan pribadi lainnya. Anak Autis merupakan salah satu keadaan yang dialami oleh anak dimana ia bisanya mengalami kendala dalam hal pertumbuhannya dan perkembangan mereka. Perkembangan yang dimaksud disini bukanlah secara fisik saja, namun lebih dinilai pada cara mereka untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain. Hal in menyebabkan anak yang menderita gejala anak autis akan membuat orang tuanya menjadi cemas dan khawatir serta berusaha untuk bisa mencari apa sebenarnya penyebab autis dan apakah autis tersebut. Biasanya ciri anak autis adalah mereka lebih cenderung untuk menarik diri dan lebih banyak menyendiri, tidak bisa berkomukasi dengan baik kepada orang lain bahkan dengan orang tuanya sekalipun. Mereka juga lebih sibuk dengan dunia mereka sendiri dan lebih tidak peduli dengan orang lain.

CIRI ANAK AUTIS

Ciri anak autis :

Perilaku
Ciri anak autis mempunyai gejala yang dinilai dari segi perilaku adalah sikap dan bagaimana perilaku mereka sehari-hari, gejala umum anak autis adalah :

  1. Melakukan gerakan tertentu dengan berulang dan pada akhirnya menjadi suatu kebiasaan.
  2. Pendiam, namun juga ada anak autis yang le bih hiperaktif. Kadang mereka tertawa, menangis atau juga marah namun penyebabnya tidak di ketahui.
  3. Tidak bisa fokus dengan sesuatu, baik pada benda atau juga pada suatu perkataan orang lain. Dan hal ini pada akhirnya akan menyebabkan mereka menjadi susah untuk menangkap arti atau makna dari suatu hal.
  4. Jika mereka sedang bermain, biasanya mereka akan melakukan permainan dengan cara yang sama. Bahkan banyak para ahli yang menilai bahwa anak autis kurang mempunyai tingkatan kreativitas dan kurang bisa menggunakan daya imajinasi yang mereka miliki.

Interaksi atau bersosialisasi
Ciri anak autis dinilai dari segi sosialisasi adalah agak susah untuk bisa bergaul dengan orang lain, bahkan dengan anak-anak yang usianya sebaya dengan mereka. Anak yang menderita masalah autisme biasnaya tidak sadar dan juga tidak bisa merasakan akan perasaan yang orang lain rasakan, hal inilah yang pada akhirnya bisa mengakibatkan mereka tidak bisa bergaul dengan baik. Selain itu, rendahnya sosialisasi ini diakibatkan karena perilaku mereka yang sudah dijelaskan diatas, sehingga anak-anak seusianya menjauh. Anak autis biasanya lebih senang untuk bermain sendiri dan juga tidak melibatkan orang lain di dalam dunia mereka.

Komunikasi
Ciri anak autis adalah susah atau mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Hal ini baisanya terjadi sejak dini. Balita yang menunjukkan gejala autis pada umumnya tidak bisa berbicara sewajarnya seperti usia mereka. Disaat mereka sudah mulai besar dan bisa menggunakan hasa verbal, perkataan mereka yang sering tidak bisa mengerti kadang juga berbicara sendiri dan tidak bisa berkomukasi dengan orang lain.

TERAPI AUTIS

Melatih interaksi sosial anak autis adalah dengan bermain dan juga berenang. Dan paling sering mereka ciri anak autis bisa diajak berenang dengan lumba-lumba. Hal ini dilakukan karena terapi autis dengan menggunakan lumba-lumba diyakini bisa membantu anak autis dalam menggerakkan syaraf-syaraf sensorik mereka. Latihan terapi autis juga perlu untuk dilakukan dalam mengatasi anak autis misalnya adalah :

  1. Berlatih berhitung dari 1-10 dengan baik. Baik dilakukan tanpa irama saat kita mengajarkan menghitung. Tujuan dari cara ini dilakukan adalah agar anak autis bisa mengenali angka dan juga bentuk dengan lebih cepat.
  2. Mengenalkan warna kepada mereka
  3. Ajaklah anak penderita autis untuk bisa menceritakan suatu kisah yang sederhana agar mereka mau berbicara
  4. Bisa membedakan setiap angka, misalnya adalah dengan membedakan angka 2 dan angka 3
  5. Bisa mengenali sombol dan juga objek gambar
  6. Bisa membedakan posisi serta letak misalnya adalah kanan dan kiri, atau atas dan bawah
  7.  Melatih kontak mata dan juga kemampuan mereka dalam mendengarkan
  8. Menanyakan nama dan juga mengajari anak autis untuk bisa menerima suatu perintah. Tujuan ini dilakukan agar mereka bisa mengenali suara.
  9. Mengajari bagaimana cara mengekspresikan diri
  10. Ajari anak agar lebih mandri sseperti makan, ke kamar mandi, menggosok gigi, mandi, dan juga buang air.

Gejala Anak Autis

Posted in Ciri Anak Autis | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Ciri Ciri Autisme Pada Anak

Ciri Ciri Autisme Pada Anak – Autis merupakan salah satu gangguan psikis atau psikologis pada anak yang bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak dinilai dari sei sosial, emosional, dan juga sifat anak.

Ciri Ciri Autisme Pada Anak

Ciri Ciri Autisme Pada Anak

CIRI ANAK AUTIS

Anak autisme mempunyai Ciri Ciri Autisme Pada Anak dalam aspek berikut :

1. Ciri Ciri Autisme Pada Anak segi Komunikasi :

a. Perkembangan bahasa yang lamabat
b. Terlihat seperti memiliki masalah pendengaran dan tidak memperhatikan apa yang dikatakan oleh orang lain
c. Jarang berbicara
d. Sulit untuk diajak berbicara
e. Kadang bisa mengatakan sesuatu namun hanya sebentar saja
f. Perkataan yang disampaikan tidak sesuai dengan pertanyaan
g. Mengeluarkan bahasa yang tidak dapat dipahami oleh orang lain
h. Meniru perkataan atau pembicaraan orang lain (echolalia)
i. Dapat meniru kalimat atau nyanyian tanpa mengerti maksudnya
j. Suka menarik tangan orang lain bila meminta sesuatu

2. Ciri Ciri Autisme Pada Anak segi Interaksi sosial :

a. Suka menyendiri
b. Sering menghndari kontak mata dan selalu menghindar dari pandangan muka orang lain
c. Tidak suka bermain dengan temannya dan sering menolak ajakan mereka
d. Suka memisahkan diri dan duduk memojok

3. Ciri Ciri Autisme Pada Anak segi Gangguan indra:

a. Sensitif pada sentuhan
b. Tidak suka dipegang atau dipeluk
c. Sensitif dengan bunyi yang keras
d. Suka mencium dan menjilat mainan atau benda-benda lain
e. Kurang sensitif pada rasa sakit dan kurang memiliki rasa takut

4. Ciri anak autis segi Pola bermain :

a. Tidak suka bermain selayaknya anak-anak usianya.
b. Tidak suka bermain dengan rekan seusianya
c. Tidak bermain mengikuti pola biasa dan suka memutar-mutar atau melempar dan menangkap kembali mainan atau apa saja yang dipegangnya.
d. Menyukai objek-objek yang berputar seperti kipas angin
e. Apabila ia menyukai suatu benda, ia akan terus memegangnya dan dibawa-bawa ke mana saja.

5. Ciri anak autis dari segi Tingkah laku :

a. Bersifat hiperaktif ataupun hipoaktif
b. Melakukan perbuatan atau gerakan yang sama berulang-ulang, seperti bergoyang-goyang, mengepak-ngepakkan tangan dan menepuk tangan, berputar-putar, merusak dsb

CIRI FISIK AUTIS

Ciri anak autis dari segi fisik dinilai berdasarkan suatu penelitian yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk membantu orang tua untuk bisa melakukan deteksi dini pada anak yang dicurigai menderita autis. Namun tetapi ciri fisik bukanlah suatu patokan yang cukup. Untuk membantu mendiagnosa anak autis maka diperlukan suatu penelitian yang mendalam pada tingkah laku dan ciri anak autis dari segi mentalnya juga. Walaupun dianggap sebagai ciri anak autis, ciri anak autis secara fisik ini masih beluk diketahui secara mekanisme pada suatu hubungan dengan terjadinya perkembangan pada otak anak autis sejak di dalam kandungan apakah ada terjadi suatu kelainan pada pertumbuhan otak di dalam kandungan yang bisa mempengaruhi bentuk wajah atau juga tidak. Inilah beberapa ciri anak autis dari segi fisik :

  1. Bibir yang cenderung lebih lebar
  2. Area diantara bibir atas dan juga hidung lebih lebar
  3. Jarak horizontal yang lebar yang terjadi diantara kedua mata.
  4. Bagian tengah wajah anak yang biasanya terlihat lebih sempit, dan terutama didaerah hidung serta pipi

Ciri anak autis dari segi fisik tadi disimpulkan oleh para ahli lewat penelitian dari 62 anak 12 tahun yang menderita autis. Untuk membandingkannya maka ilmuwan juga meneliti dan juga mengamati 41 orang anak tanpa ada gejala klinis dan riwayat dari diagnosa autis. Penelitian yang dilakukan dengan cara memotret wajah anak tadi dengan menggunakan kamera yang khusus sehingga bisa menghasilkan gambar 3 dimensi. Dari gambar inilah baru ditemukan ciri anak autis segi fisik.

Penyebab autis hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti, namun penyebab autis bisa diperkirakan karena interkasi antara faktor genetik dan juga mmungkin berbagai paparan negatif yang didapat dari lingkungan hidup. Autis bisa terjadi oleh siapapun. Penyakit autis mempunyai kemungkinan untuk bisa sembuh, semua tergantung dari berat atau juga tidaknya gangguan autis yang terjadi, berdasarkan kecepatan diagnosis serta terapi autis yang didapatkannya. Banyak juga penderitaa autis yang berhasil sembuh dan bisa hidup lebih normal dan menjadi anak yang berprestasi.

Anak autis tidak melulu mempunyai kemampuan yang genius. Mereka akan berkembang seperti anak yang lain pada umumnya dan biasanya, dengan tingkat kecerdasan yang dimiliki oleh tiap anak bervariasi, semua ini adalah bakat dari anak yang berbeda-beda dimiliki oleh mereka dan juga kesempatan yang tidak sama. Hingga saat ini jumlah dari anak autis memang meningkat. Peningkatan ini diakibatkan karena beberapa faktor misalnya adalah bertambahnya pengetahuan mengenai autisme di kalangan dokter serta masyarakat, kriteria dari diagnosis autis yang semakin longgar, selain itu semakin banyak diagnosis yang dilakukan pada anak berusia sangat muda dan menunjukkan suatu kemungkinan bahwa jumlahnya memang semakin bertambah.

 Ciri Ciri Autisme Pada Anak

Posted in Ciri Anak Autis | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Anak Autis Sejak Kehamilan

Pencegahan Anak Autis Sejak Kehamilan – Secara teori, penyebab dan faktor resiko dari penderita autis masih belum jelas, maka strategi pencegahan mungkin tidak bisa dilakukan secara optimal. Dalam kondisi seperti ini, upaya pencegahan tampaknya hanya bertujuan agar gangguan perilaku yang terjadi tidak semakin parah dan bukan untuk mencegah terjadinya autis. Upaya pencegahan tersebut berdasarkan teori penyebab ataupun penelitian faktor resiko autis.

Pencegahan Anak Autis Sejak Kehamilan

Pencegahan Anak Autis Sejak Kehamilan

MENCEGAH ANAK AUTIS

Pencegahan Anak Autis Sejak Kehamilan. Untuk Pencegahan Anak Autis Sejak Kehamilan dari terjadinya gangguan perkembangan sejak kehamilan, seseorang harus melihat dan mengamati penyebab dan faktor resiko terjadinya gangguan perkembangan janin sejak dalam kehamilan. Untuk mengurangi atau menghindari resiko yang bisa timbul dalam kehamilan dapat melalui beberapa cara, diantaranya :

  1. Periksa dan konsultasi ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan lebih awal, jika perlu berkonsultasi sejak merencanakan kehamilan
  2. Melakukan pemeriksaan screening secara lengkap terutama infeksi virus TORCH (Toxoplasma, Rubela, Citomegalovirus, Herpes atau Hepatitis)
  3. Periksa dan konsultasi kedokter spesialis kebidanan dan kandungan secara rutin dan berkala
  4. Selalu mengikuti nasihat dan petunjuk dokter dengan baik

Bila terdapat perdarahan selama kehamilan segera periksa ke dokter kandungan. Perdarahan selama kehamilan paling sering disebabkan karena kelainan plasenta. Kondisi tersebut mengakibatkan gangguan transportasi oksigen dan nutrisi ke bayi, yang bisa mengakibatkan gangguan pada otak dan janin. Perdarahan pada awal kehamilan juga berhubungan dengan kelainan prematur atau bayi lahir berat rendah. Prematur dan berat bayi lahir yang rendah berpotensi tinggi resiko terhadap terjadinya autis dan gangguan bahasa lainnya.

Berhati-hatilah minum obat selama kehamilan, bila perlu konsultasikan ke dokter terlebih dahulu. Terutama untuk obat-obatan yang diminum selama kehamilan trimester pertama. Peneliti di Swedia melaporkan pemberian obat Thaliodomide (sejenis zat yang berfungsi mengikat protein Cereblon yang dapat menyebabkan cacat embrio) pada awal kehamilan dapat mengganggu pembentukan sistem susunan syaraf pusat yang mengakibatkan autis dan gangguan perkembangan lainnya termasuk gangguan berbicara. Bila bayi beresiko alergi, sebaiknya ibu mulai menghindari asap rokok, debu, atau makanan penyebab alergi sejak usia di atas 3 bulan.

Pencegahan Anak Autis Sejak Kehamilan dengan menghindari makanan yang terbuat dari bahan kimiawi atau toksik lainnya selama kehamilan. Jaga kebersihan makanan, sanitasi, dan kebersihan diri serta lingkungan. Konsumsilah makanan yang bergizi baik dan dalam jumlah yang cukup. Sekaligus konsumsi vitamin dan mineral tertentu sesuai anjuran dokter secara teratur.

PENYEBAB AUTIS

Penyebab autis terjadi bisa disebabkan karena beberapa hal dibawah ini :

  1. Pola makan ibu waktu hamil yang salah
  2. Stres yang terjadi pada ibu hamil
  3. Pola asuh yang salah
  4. Antisipasi yang lambat saat melakukan terapi autis

Selain itu, penyebab autis yang terjadi secara langsung adalah karena kadar timbal yang tinggi, pemakaian produk kosmetik saat sedang hamil, kandungan nutrisi yang ada di dalam susu, AHA, DHA, dan juga folat, serta kandungan CO2 yang ada di dalam udara yang muncul dengan sangat pekat.

Ciri anak autis bisa ditandai dengan beberapa hal dibawah ini :

  1. Komunikasi yang terhambat
    Ciri anak autis salah satunya adalah lambat bicara, bicara dengan suara atau kata-kata yang tidak jelas, tidak mengerti suatu pembicaraan, meniru pembicaraan, wajah datar saat sedang berbicara, dan untuk kasus parah bahkan tidak bisa berbicara. Biasanya anak yang menderita autis tidak komunikatif dan tidak bisa memulai atau menjaga pembicaraan secara dua arah.
  2. Gangguan pada interaksi sosial
    Ciri anak autis lainnya adalah interaksi sosial yang terhambat misalnya adalah lebih cenderung menghindari kontak mata saat sedang berhadapan dengan lawan bicara, lebih suka menyendiri, menarik diri dan menarik tangan orang yang terdekat untuk bisa melakukan hal yang ia inginkan. Ciri anak autis tidak suka untuk diajak bermain, dan tidak bisa mencari teman dengan cepat.
  3. Mempunyai masalah saat sedang bermain
    Anak yang biasanya mempunyai ciri anak autis akan sangat tertarik pada roda sehingga ia akan bermain dengan roda selama berjam-jam, hal ini juga dilakukan secara berulang dan dilakukan dengan terus menerus. Selain itu, ia mempunyai cara yang aneh dalam memainkan permaiinan, dan hal ini bisa dilakukan sampai menjadi suatu kebiasaan.
  4. Gangguan emosi
    Ciri anak autis adalah ditandai dengan kemampuan yang minim untuk bisa mengendalikan emosi. Mereka juga biasanya cenderung tidak bisa berempati, tidak bisa merasakan apa yang orang lain rasakan, sedih atau juga senang namun tanpa ada sebab yang jelas, sering menangis dan juga tertawa sendiri, memukul dan bisa melakukan kekerasan agar apa yang diinginkannya bisa didapatkan.
  5. Sensorik yang terganggu
    Ciri anak autis lainna adalah sensorik yang terganggu, biasanya ia lebih memilih untuk telanjang dibandingkan untuk memakai pakaian karena merasa bahan yang dipakai tidak nyaman dan menimbulkan gangguan sensor pada kulitnya.

Pencegahan Anak Autis Sejak Kehamilan

Posted in Ciri Anak Autis | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala dan Tanda-Tanda Anak Autis

Gejala dan Tanda-Tanda Anak Autis – Untuk memeriksa apakah seorang anak menderita autis atau tidak, digunakan standar internasional tentang autis. ICD-10 International Classification of Diseases 1993 dan DSM-IV Diagnostic and Statistical Manual 1994 merumuskan kriteria diagnosis untuk autis infantil yang isinya sama, yang saat ini dipakai di seluruh dunia.

Gejala dan Tanda-Tanda Anak Autis

Gejala dan Tanda-Tanda Anak Autis

GEJALA ANAK AUTIS

Kriteria tersebut adalah : Harus ada sedikitnya 6 Gejala dan Tanda-Tanda Anak Autis dari gangguan (1), (2), (3) seperti di bawah ini, dengan minimal 2 Gejala dan Tanda-Tanda Anak Autis dari gangguan (1) dan masing-masing 1 Gejala dan Tanda-Tanda Anak Autis dari gangguan (2) dan (3).

1. Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial yang timbal balik. Minumal harus ada 2 dari gejala di bawah ini :

a. Tidak mampu menjalin interaksi sosial yang cukup memadai seperti kontak mata sangat kurang, ekspresi muka kurang hidup, gerak gerik kurang tertuju

b. Tidak bisa bermain dengan teman sebaya

c. Tidak ada empati dan tidak dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain

d. Kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional yang timbal balik

2. Gangguan kualitatif dalam bidang komunikasi. Minimal harus ada 1 dari gejala di bawah ini :

a. Perkembangan bicara terlambat atau sama sekali tidak berkembang. Anak tidak berusaha untuk berkomunikasi secara non-verbal

b. Bila anak bisa berbicara, maka bicaranya tidak dipakai untuk berkomunikasi

c. Sering menggunakan bahasa yang aneh dan diulang-ulang

d. Cara bermain kurang variatif, kurang imajinatif, dan kurang dapat meniru

3. Adanya suatu pola yang dipertahankan dan di ulang-ulang dalam perilaku, minat dan kegiatan. Minimal harus ada 1 dari gejala di bawah ini :

a. Mempertahankan satu minat atau lebih dengan cara yang sangat khas dan berlebihan

b. Terpaku pada suatu kegiatan yang ritualistik atau rutinitas yang tidak ada gunanya

c. Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan diulang-ulang. Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian benda.

Sebelum anak berumur 3 tahun tampak adanya keterlambatan atau gangguan dalam bidang interaksi sosial, bicara dan berbahasa, dan cara bermain yang monoton, serta kurang variatif. Kemungkinan kesalahan diagnosis selalu ada, terutama pada autis ringan. Hal ini biasanya disebabkan karena adanya gangguan atau penyakit lain yang menyertai gangguan autis, seperti retardasi mental yang berat atau anak hiperaktif.

Autis memiliki kemungkinan untuk dapat disembuhkan, tergantung dari berat tidaknya gangguan yang ada. Di Indonesia ada 2 penyandang autis yang berhasil disembuhkan, dan kini dapat hidup dengan normal dan berprestasi. Di Amerika, dimana penyandang autis ditangani secara lebih serius, persentase kesembuhan lebih besar.

CIRI ANAK AUTIS

Ciri anak autis diatas harus diatasi dengan segera, karena jika ciri anak autis tidak segera diatasi hal ini akan menyebabkan sesuatu yang semakin parah untuk dirinya dan bisa membuat ketidaknyamanan pada orang sekitarnya. Ciri anak autis bisa diatasi dengan melakukan terapi autis. Terapi autis dilakukan dengan tujuan untuk membantu memgurangi dan juga membantu menyembuhkan anak yang sudah dideteksi mengalami autis dan sebaiknya diberikan terapi autis yang khusus apalagi bagi mereka yang sudah mulai masuk bangku sekolah. Ciri anak autis diatasi dengan melakukan terapi dibawah ini:

  1. Terapi komunikasi
    Terapi komunikasi dilakukan dengan tujuan untuk membantu melancarkan otot-otot mulut anak sehingga mereka bisa berbicara dengan lebih jelas.
  2. Terapi okupasi
    Terapi okupasi bertujuan untuk bisa membuat anak lebih mengendalikan gerakan mereka dan bisa melatih motorik halus anak.
  3. Terapi obat
    Penggunaan beberapa jenis obat yang tepat dan jga sesuai dengan aturan minum bisa membantu menenangkan anak dari ciri anak autis yang susah untuk dikendalikan.
  4. Terapi makanan
    Kadar gangguan pada anak autis bisa disebabkan karena jenis pemberian makanan yang salah.

Untuk melakukan terapi autis, maka cara yang harus diperhatikan adalah bahwa anak autis perlu mendapatkan pengawasan dan juga bimbingan serta arahan yang sangat intens dari orang-orang sekitarnya. Misalnya adalah lingkungan sekitarnya seperti guru, orang tua, keluarga serta teman-temannya.

Di sekolah, guru bisa melakukan pengawasan dan juga biasanya untuk penderita autis maka ia harus punya seorang pendamping. Tugas dari pendamping adalah untuk mendampingi dan untuk mengawasi secara intens, dilakukan dengan terus menerus dan dilakukan dengan efektif. Manfaatnya adalah untuk membuatnya lebih terbiasa dengan pendampingnya dan juga bisa lebih terbuka.

Untuk menyembuhkan atau menangani anak yang menderita autis, maka biasanya harus banyak melibatkan banyak faktor. Faktor yang paling utama adalah support atau dorongan dari keluarga, dan butuh dorongan atau dukungan dari faktor lingkungan, faktor makanan yang dimakan sehari-hari, serta faktor lingkungan tempat tinggal.

Gejala dan Tanda-Tanda Anak Autis

Posted in Ciri Anak Autis | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Autisme

Autisme – Dalam kamus kedokteran, autisme didefinisikan sebagai keadaan introversi mental dengan perhatian yang hanya tertuju pada ego sendiri. Anak yang mengalami gangguan ini akan terlihat lebih emosional, serta di tandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial.

Autisme

Autisme

AUTISME PADA ANAK

Secara umum, anak yang mengalami gangguan ini akan mengalami efek pada sistem pencernaan, syaraf, dan kekebalan tubuh. Efek enzim dipeptil transferase yang berlebih dalam tubuhnya menyebabkan si anak autis tidak bisa mencerna casein (susu sapi) dan gluten (terigu). Jika tetap mengkonsumsi makanan tersebut, dapat dipastikan kadar morfin di otak yang berasal dari zat-zat tersebut meningkat, lalu anak terkesan berperilaku seperti morfinis (ketagihan obat).

Autisme pada anak merupakan kelainan syaraf yang unik, karena tidak ada tes medis yang dapat membedakan diagnosis autis. EEG, X Ray, pemeriksaan darah, dan lain-lain pada umumnya normal. Diagnosisnya hanya bisa dilakukan oleh seorang profesional yang sudah terbiasa.

Jika seorang bayi mengalami autis anak, ketika dipanggil namanya dia tidak merespons. Bayi juga terlihat kurang menjalin hubungan mata dengan orang lain. Ketika berumur 1 tahun, ia belum bisa menunjuk. Lebih dari 1 tahun perkembangan kemampuan bahasa agak terlambat. Jika sudah bisa berbahasa, penggunaannya tidak secara produktif maupun kosa kata bagus.

Secara garis besar dia tidak memperhatikan keberadaan orang lain, mungkin juga membuat kontak dengan anak lain, tetapi tidak tahu bagaimana harus bertindak. Ketika mengikuti permainan, ia terlihat kasar, mengulang-ulang dan tampak gelisah.

GEJALA ANAK AUTIS

Gejala Autis dirasakan oleh seseorang hingga dia beranjak dewasa. Ciri Anak autis yang menderita autis akan merasa sebagai orang asing di lingkungannya sendiri. Kadang dia merasa dirugikan dalam kelompok orang dan dia juga sering tidak mengerti bahasa tubuh dan petunjuk nonverbal.

Peran orangtua sangat penting dalam mencegah progresivitas gangguan yang terjadi, baik gangguan komunikasi, learning disabilities, maupun autis. Untuk itu, orangtua perlu meningkatkan pengetahuan tentang kelainan-kelainan tersebut mengingat kejadiannya yang makin meningkat. Jika sudah diketahui terjadi, orangtua perlu bekerja sama dengan terapis dan berbagai pengalaman dengan membentuk parent support group. Dan yang paling penting adalah dengan tetap menjaga keseimbangan hidup dalam keluarga.

Secara garis besar, anak autis adalah gangguan perkembangan yang terjadi pada masa anak-anak, yang membuat seseorang tidak mampu mengadakan interaksi sosial, dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri. Pada anak-anak biasa disebut dengan autis infantil. Gejala autis infantil timbul sebelum anak mencapai usia 3 tahun. Pada sebagian anak, gejala-gejala itu sudah ada sejak lahir. Seorang ibu yang sangat cermat memantau perkembangan anaknya bisa melihat beberapa keganjilan sebelum anaknya mencapai usia 1 tahun, dan yang sangat menonjol adalah tidak adanya atau sangat kurangnya interaksi tatap mata.

Cara mendeteksi ciri anak autis dari dalam kandungan bisa dilakukan dengan menjalankan tes. Tes ini dilakukan dengan cara meneliti kanduungan dari hormon testosteron atau hormon testosteron di dalam kandungan. Jika di dalam kandungan yang terkena oeh hormon testosteron yang tinggi yang mempunyai resiko kelak untuk bisa berkembang menjadi anak autis. Para ahli dan peneliti menunjukkan bahwa keadaan tidak normal dari tingkatan testosteron tinggi di dalam rahim bisa menjadi salah satu penyebab autis dan ciri anak autis. Tes ini sudah dilakukan dan berhasil diungkap suatu penyakit dengan cara tes pengujian awal sebelum bayi keluar dari rahim ibu. Namun, tes mendeteksi ciri anak autis ini banyak menimbulkan perdebatan mengenai etika saat memeriksa.

Namun selain dengan melakukan pendeteksian penyakit autis sejak dalam rahim dengan tes hormon testosteron di dalam kandungan, sebaiknya Anda juga harus berhati-hati untuk menjaga kehamilan Anda. Karena infeksi yang terjadi pada kehamilan Anda bisa mengakibatkan anak menderita masalah anak autis. Jika sering mengalami pendarahan, maka sebaiknya lakukan konsultasi langsung ke dokter untuk mencegah infeksi kehamilan.

CARA MENCEGAH ANAK AUTIS

Cara mencegah ciri anak autis saaat sedang proses persalinan adalah :

  1. Komplikasi yang muncul selama proses persalinan sedang berlangsung akan menentukan keada bayi saat sedang dilahirkan. Apabila adanya suatu gangguan dalam persalinan maka hal ini akan menyebabkan hambatan dalam aliran darah dan juga oksigen ke seluruh tubuh bayi dan termasuk ke dalam otak.
  2. Otak merupakan salah satu organ tubuh yang paling sensitif serta paling peka pada suatu gangguan ini, apabila otak mengalami gangguan maka akan sangat mempengaruhi kualitas hidup anak baik sedang dalam proses perkembangan dan juga perilaku anak nanti saat akan dilahirkan, termasuk terjadinya meningkat resiko dari gangguan perkembangan atau juga terjadinya ciri anak autis.

Autisme

Posted in Ciri Anak Autis | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment