Autis Pada Anak

Autis pada anak adalah gangguan perkembangan yang mencakup bidang komunikasi, interaksi, dan perilaku yang terjadi pada awal masa kanak-kanak. Istilah autis menggambarkan keadaan yang cenderung dikuasai oleh pikiran atau perilaku yang terpusat pada diri sendiri. Gejala ini didapat pada masa anak-anak berupa perilaku yang suka menyendiri (menikmati bermain seorang diri), keterlambatan perkembangan bahasa, menghafalkan sesuatu tanoa berpikir, cemas dan takut akan perubahan, kontak mata dan hubungan dengan orang lain buruk serta lebih menyukai gambar atau benda mati.

Autis Pada Anak

Autis Pada Anak

AUTIS PADA ANAK

Autis pada anak berdasarkan waktu munculnya gangguan dibagi menjadi 2 yaitu (1) autis yang terjadi sejak bayi, bisa terdeteksi sekitar usia 6 bulan(2) autis regresif, biasanya untuk anak usia 1,5 -2 tahun, ditandai dengan kemunduran kembali(regresi). Kemampuan yang diperoleh menjadi hilang. Kontak mata yang tadinya sudah bagus menjadi lenyap. Jika awalnya sudah mulai bisa mengucapkan beberapa kata, hilang kemampuan  bicaranya.

Penyebab autis pada anak adalah gangguan perkembangan dan fungsi susunan saraf pusat yang menyebabkan gangguan fungsi otak, terutama pada fungsi mengendalikan pikiran, pemahaman dan komunikasi dengan orang lain. Gangguan pertumbuhan sel otak ini terjadi pada saat kehamilan 3 bulan pertama. Kira-kira 60% anak autis mempunyai IQ dibawah 50, sedangkan sebanyak 20%-nya antar 50-70 dan hanya 20% yang mempunyai IQ lebih dari 70.

Ciri Anak autis tidak mempunyai banyak masalah medis yang perlu dipertimbangkan (kecuali pednerita autis yang mengalami penyakit epilepsi), namun pada umumnya tetap mengalami penderitaan penyakit gigi dan mulut yang lebih beat, karena kondisinya yang tidak normal. Kesulitan dokter gigi dalam menghadapi penderita autis adalah sulit berkomunikasi dan berperilaku agresif.. Penanganan anak autis lebih mudah dengan bantuan tenaga kesehatan lain, orang tua, serta pembimbingnya.

Ciri Anak autis umumnya mempunyai suatu kebiasaan yang teratur dan rutin dan biasanya lebih menyukai makanan yang lunak dan manis-manis. Karena koordimasi gerakan lidah tidak teratur, sering makanannya ditahan, diemut dan tidak langsung di telan. Kebiasaan ini ditambah dengan konsumsi makanan yang manis-manis menyebabkan peningkatan kerusakan pada gigi menjadi gigi berlubang.

MAKANAN UNTUK ANAK AUTIS

Anak autis harus terhindar dari bahan makanan yang mengandung gluten, kasein, dan zat tambahan makanan (food additives) seperti MSG, pewarna makanan, dan gula sintetis aspartame.  Gluten adalah protein dari tepung terigu dan hasilnya seperti seral gandum, barlei, oats, dan masakan yang dibuat dari tepung terigu seperti mie, roti, cake, kue-kue kering dan lain-lain. Sebagai bahan makanan penggangi, dapat memanfaatkan makanan tradisional. Makanan berbahan tepung beras, tepung  jagung, tepung maizena, tepung tapioca dapat menjadi alternative. Kasein adalah protein dari susu, yang berasal dari hewan dan hasil olahannya seperti keju, susu asam mentega dan lain-lain yang tebuat dari susu.

CIRI ANAK AUTIS RINGAN

Dibawah ini beberapa ciri anak autis yang ringan adalah :

  1. Tidak sangat perseptif, biasanya mereka tidak bisa memahami perasaan yang orang lain rasakan dan harus dibuat sadar maka mereka harus diberi tahu terlebih dahulu.
  2. Lebih cenderung menghindari kontak mata dengan orang lain lawan bicaranya
  3. Tidak mengenali orang lain memiliki pikiran, motivasi, keinginan, atau niat yang seperti mereka sendiri. Mereka juga biasanya lebih cenderung bingung dan merasa tidak yakin dengan apa yang mereka rasakan sendiri
  4. Menghindari dari terjadinya situasi sosial karena hal ini malah akan menimbulkan ketidaknyamanan pada mereka.
  5. Ingin sendirian dan menarik diri
  6. Tidak bisa bersosialisasi sehingga mempunyai teman lebih sedikit.
  7. Hanya ingin mengikuti suatu rutinitas tertentu, dan biasanya mereka tidak ingin atau tidak rela menyimpang dari rutinitas yang mereka lakukan dalam keadaan apapun.
  8. Mereka akan terobsesi dengan hal yang kecil atau hal yang sepeele
  9. Sulit untuk bisa menginterpretasikan dari gerakan halus yang dilakukan, misalnya adalah perubahan pada ekspresi wajah, dll, dan juga orang lain.

Cara yang dilakukan untuk bisa menemukan dan bisa mengembangkan potensi dari ciri anak autis adalah :

  1. Berusaha  untuk lebih bisa memahami masalah autisme sehingga kita bisa melakukan deteksi dini dari gejala autis serta bisa memberikan suatu kesempatan untuk mereka agar bisa berkembang dengan lebih optimal dan bisa mendapatkan kehidupan yang lebih berkualitas lagi.
  2. Bersikap lebih toleran papda anak autis dan tidak melecehkan anak penderita autis.
  3. Terapi autis dilakukan dengan bersikap lebih empati kepada orang tua yang menderita penyakit autis anak dan mengerti akan kesulitan yang sedang mereka hadapi.

Tahukah Anda bahwa anak yang menderita autis biasanya lebih banyak terjadi pada anak laki-laki? Jumlah perbandingan antara anak laki-laki dan anak wanita adalah perbandingannya 4:1. Dan hal ini masih tidak diketahui penyebab autis yang dialaminya.

Autis Pada Anak


=====================================

>>> VitaBrain Suplemen Vitamin Otak, Bagus Untuk Perkembangan Anak Autis, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Ciri Anak Autis and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *