Ciri Anak Autis

Ciri Anak Autis – Anak-anak berkebutuhan khusus berbeda dari anak-anak biasa dalam hal ciri-ciri mental, kemampuan sensorik, kemampuan komunikasi, tingkah laku sosial ataupun ciri-ciri fisik (special needs). Anak-anak dalam kategori ini misalnya anad dengan masalah pendengaran (tunarungu), penglihatan (tunanetra), masalah dalam pemeblajaran meliputi cacat mental, autisme, cerebral palsy, masalah dalam komunikasi, penuturan dan bahasa, down syndrome, anak hiperaktif atau gangguan konsentrasi (attention defisi disorder), gangguan emosi, diskalkulia, disgrafia, disleksia, serta berbagai ketidakmampuan lainnya.

Ciri Anak Autis

Ciri Anak Autis

AUTISME PADA ANAK

Istilah autisme berasal dari kata autos yang berarti diri sendiri dan isme yang berarti paham. Ini berarti bahwa autisme memiliki makna keadaan yang menyebabkan anak-anak hanya memiliki perhatian terhadap dunianya sendiri. Autisme adalah kategori ketidakmampuan yang ditandai dengan adanya gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, gangguan indriawi, pola bermain dan perilaku emosi.

Ciri Anak Autis mulai terlihat sebelum anak-anak berumur tiga tahun. Keadaan ini akan dialami di sepanjang hidup anak-anak tersebut. Ciri Anak Autis sering menimbulkan kekeliruan bagi pengasuhnya karena mereka kelihatan normla tetapi memperlihatkan tingkah laku dan pola perkembangan yang bebeda. Pemahaman dan tanggapan yang salah terhadap keadaan ini akan menyebabkan hambatan perkemabngan yang serius dalam semua bidang, terutama dalam bidang kemampuan sosial dan komunikasi.

CIRI ANAK AUTIS DAN JENISNYA

Ciri anak autis berdasarkan jenisnya adalah :

  1. Autis di usia anak-anak
    Hal ini terjadi pada usia anak-anak sekitar usia 3 tahun. Gejala autis yang biasanya lebih sering terlihat adalah mereka lebih cenderung teerlambat berbicara, menggunakan bahasa yang tidak biasanya digunakan oleh orang normal, dan tidak bisa berkomunikasi verbal dengan cara yang baik serta lain sebagainya. Ciri anak autis lainnya adalah interaksi sosial, mereka tidak eksresif, tidak menatap mata saat berbicara dengan lawan bicaranya, dan tidak bisa terlibat secara emosional dengan teman seumuran, tidak spontan, dan tidak empati. Selain itu, ciri anak autis dari segi perilaku adalah mereka lebih suka menyendiri, mempunyai rutinitas yang aneh dan juga terjadwal serta berlebihan, mereka akan melakukan gerakan-gerakan yang aneh dan berulang, dan juga mereka akan sangat menyukai bagian benda tertentu dan lain sebagainya.
  2. Gangguan pada perkembangan persasiv YTT (PDD-NOS)
    PDD-NOS mempunyai ciri anak autis di masa kanak-kanak, terutama adalah gangguan yang terjadi dibidang komukasi, cara berinteraksi dan juga perilaku. Namun tetapu gejala seperti ini tidak banyak muncul misalnya seperti pada anak autisme dimasa kanak-kanak. Artinya adalah gejala autis biasanya terjadi lebih ringan sehingga anak-anak masih bisa menatap mata lawan bicaranya, wajahnya lebih ekspresif, dan juga bisa diajak bercanda.
  3. Sindroma Rett
    Sindroma Rett merupakan salah satu gangguan autisme yang terjadi di usia anak-anak dan biasanya lebih sering terjadi pada anak perempuan. Saat lahir, ia normal. Dan sampai pertumbuhan usia 6 bulan, ia masih dalam keadaan normal dan baik-baik saja. Namun lewat usia 6 bulan, si anak mulai cenderung menampakkan ciri anak autis dan terjadinya kemunduran pada perkembangan mereka. Ia tidak bisa berbahasa dengan baik dan menjadi tidak ekspresif. Biasanya mereka juga akan lebih cenderung menarik diri dari sosialisasi sekitarnya.

TERAPI AUTIS

Beberapa jenis terapi autis dibawah ini bisa dilakukan untuk mengatasi masalah anak autis adalah :

  1. Terapi ABA (Applied Behavorial Analysis)
    Terapi autis seperti ini merupakan terapi autis yang paling tua dan biasanya paling sering dilakukan untuk bisa melakukan terapi khusus kepada anak yang mengalami autisme. Sistem yang digunakan dari terapi autis ini adalah dengan memberikan positive reinforcement atau juga memberikan hadiah serta pujian yang sifatnya bisa menambah keyakinan dan juga menambah kepercayaan diri mereka agar mereka bisa menerima semua yang terjadi pada dirinya.
  2. Terapi okupasi
    Semua orang yang biasanya mengalami masalah autis akan mengalami suatu masalah pada keterlambatan dalam hal perkembangan motorik halus mereka. Semua gerakan yang kasar dan juga kaku biasanya seringkali akan mengalami suatu kesulitan saat anak sedang memegang benda. Oleh sebab itulah, teknik okupasi ini merupakan terapi autis yang penting dalam membantu melatih otot pada penderita autis sehingga secara berangsur-angsur bisa kembali dengan normal.
  3. Terapi visual
    Terapi visual ini dilakukan dengan memberikan gambar-gambar yang sangat bermanfaat terutama jika si anak tidak bisa berbicara
  4. Terapi wicara
    Terapi wicara ini dilakukan pada anak yang mengalami masalah saat berbicara dan saat sedang berkomunikasi dengan lawan bicara mereka. Oleh karena itulah, terapi wicara ini akan sangat membantu untuk mereka yang menderita autisme dan untuk mengurai suatu kesulitan yang mereka rasakan saat sedang berinteraksi dengan orang lain.
  5. Konsisten
    Terapi autis membutuhkan waktu yang lama dan juga tidak instan. Orang-orang sekitarnya harus lebih konsisten dan lebih sabar dalam menangani masalah anak autis sehingga akan mendapatkan hasil yang optimal dan juga lebih baik.

Ciri Anak Autis


=====================================

>>> VitaBrain Suplemen Vitamin Otak, Bagus Untuk Perkembangan Anak Autis, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Ciri Anak Autis and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.