Ciri-Ciri Anak Autis Sejak Dini

Ciri-Ciri Anak Autis Sejak Dini – Autis sendiri merupakan kondisi di mana anak tidak berhasil membangun kontak dengan dunia luar dan salah satu cirinya memang tidak menoleh saat dipanggil. Namun tentu saja satu ciri tersebut terlalu sedikit dan dini untuk membuat penilaian. Menghadapi hal seperti ini yang diperlukan adalah kewaspadaan. Apa yang sudah ibu lakukan dengan mengamati perilaku anak sudah baik. pantau terus perkembangan anak dari hari ke hari dan seger konsultasikan hal-hal yang ditemui bila dirasa perlu.

Ciri-Ciri Anak Autis Sejak Dini

Ciri-Ciri Anak Autis Sejak Dini

AUTIS PADA ANAK

Anak autis yang berusia 3-5 tahun memang banyak anak yang sangat aktif dan perhatiannya mudah beralih tapi sebetulnya tidak bisa disebut hiperaktif. Beberapa ciri anak yang hiperaktif antara lain, tidak dapat berkonsentrasi pada aktivitas apapun lebih dari 2 menit, gerakan tubuh biasanya sama dan berulang-ulang, mudah bereaksi terhadap segala sesuatu dan tidak memikirkan akibatnya, mudah terganggu oleh rangsangan baik yang dilihat atau didengar, mengalami kesulitan mengikuti perintah sederhana, mudah jatuh karena tersandung/menabrak benda-benda disekelilingnya/membentur tembok, mudah frustasi.

Selain Ciri-Ciri Anak Autis Sejak Dini tersebut, ada beberapa Ciri-Ciri Anak Autis Sejak Dini yang sangat membedakan dengan anak yang aktif, yakni perkembangan bahasa, kognitif dan motorik yang lambat. Setiap anak di dunia ini memang tidak ada yang terlahir sama, baik fisik, emosi maupun perilaku.

Anak hiperaktif atau hiperaktifvitas (gangguan pemusatan perhatian). Masalah ini memang kerap sekali kita jumpai di masyarakat, dimana anak selalu menunjukkan sifat tidak memiliki kemampuan dalam memusatkan perhatian dalam berkonsentrasi lebih dari beberapa menit dan perhatian tentunya sangat mudah teralihkan.

CIRI ANAK AUTIS

Sebagai contoh, anak sewaktu kita ajak bicara tidak menunjukkan konsentrasi dalam pembicaran dan anak akan selalu berpindah untuk mengalihkan atau melakukan kegiatan aktivitas lainnya. Seandainya dijumpai sifat demikian, upaya yang dapat dilakukan oleh keluarga dengan cara berkonsultasi kepada dokter atau perawat ahli tumbuh kembang yang tentunya sejak dini anak perlu dilatih dalam upaya berkonsentrasi.

Kemudian anak autis ini juga dapat terjadi paDa anak remaja, dengan gejala sebagai berikut, gelisah, sulit ikut serta dalam kegiatan yang membutuhkan ketenangan, impulsive artinya tidak sabar dan sulit menangguhkan jawaban sebelum pertanyaan selesai, sulit menunggu giliran atau antrian serta sering menyela atau menerobos orang lain, kalau terjadi sifat demikian maka perlu dicurigai seseorang atau anak remaja terdapat masalah pada autisme atau hiperaktif.

Austime. Pada masalah ini akhir-akhir ini sering menjadi bahan diskusi dikalangan para ahli yang kompeten dalam masalah anak. Sebenarnya pada autisme itu? Perlu kita ketahui, autisme itu masuk dalam masalah pertumbuhan dan perkembangan, karena terdapat beberapa hal yang membedakan anak autisme dan anak tidak autisme.

Dengan Ciri-Ciri Anak Autis Sejak Dini, seperti anak seringkali menghindari kontak fisik, tidak mau menatap mata dengan orang lain. Jika hal demikian kita jumpai pada anak, kita harus mencurigainya bahwa ada gejala autisme. Pada anak autisme sering terjadi berbagai gangguan, seperti gangguan perilaku yang dapat ditunjukkan, adanya gerakan aneh yang diulang-ulang, seperti menggoyangkan badan ke depan dan belakang, memasukkan tangan ke dalam mulut yang berulang-ulang serta bertepuk tangan dan mencederai diri.

Kemudian terjadi gangguan interaksi sosial yang dapat ditunjukkan seperti anak sering tidak reaksi bila dipanggil, sering menyendiri, sangat tidak tertarik untuk bergaul, gangguan komunikasi yang dapat terjadi sekitar pada kasus 40-50% gangguan kognitif sekitar 75-80% dan mengalami gangguan respon terhadap perangsangan indera yang sangat kurang.

TERAPI AUTIS

Untuk itu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan sabar memberikan pendidikan khusus pada anak, serta melatih agar anak dapat berperilaku minimial seperti anak yang sehat dan sangat kita anjurkan untuk berkonsultasi pada dokter atau perawat ahli tumbuh kembang.

Yang paling penting dilakukan saat sedang melakukan deteksi ciri anak autis dan melakukan diagnosia dini pada ciri anak autis adalah sehingga anak yang mengalami diagnosa tadi segera dengan langsung menjalani terapi. Berbagai terapi  autis sudah terbukti bisa membantu untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Penanganan pada kasus ciri anak autis sudah banyak tersedi di Indonesia antara lain adalah terapi :

  1. Terapi perilaku
  2. Terapi wicara
  3. Terapi komunikasi
  4. Terapi okupasi
  5. Teerapi sensori integrasi
  6. Terapi pendidikan khusus

Dan biasanya pada beberapa dokter, mereka akan melakukan penatalaksanaan dengan melakukan penanganan biomedis serta diet yang khusus. Penanganan lainnya dilakukan misalnya adalah integrasi auditori, oxygen hiperbarik, pemberian jenis suplemen tertentu, tekni terapi dengan lumba-lumba.

Pada awalnya terapi anak autis memang membutuhkan biaya yang tinggi karena harus dilakukan dengan lebih intensif, satu terapis satu murid. Dan sebagian anak masih bisa masuk sekolah biasa, sebagian masuk sekolah inklusi atau sekolah umum yang menyediakan dan menerima anak berkebutuhan khusus, namun ada juga pada sebagian anak yang masih harus bersekolah disekolah yang khusus.

Ciri-Ciri Anak Autis Sejak Dini


=====================================

>>> VitaBrain Suplemen Vitamin Otak, Bagus Untuk Perkembangan Anak Autis, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Ciri Anak Autis and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>